Family Social Life Things to Remember

Belajar Tentang Hidup & Mati

She mourns..
Written by Cicha

Kehilangan orang yg dekat dengan kita memang rasanya sulit. Sulit sekali. Apalagi apabila orang itu memang terus bersama-sama dengan kita, dari kecil hingga kita tumbuh dewasa.

Omaku, Uyutnya Shaina, 24 Juni 2014 malam menghembuskan nafas terakhirnya.

Sebenernya feeling itu sudah ada dari beberapa hari sebelumnya. Di tgl 22 Juni 2014 aku menuliskan momen ini di Path :

PathmomentDisitu aku sudah “berasa” bahwa kami sudah diminta bersiap2. Aku pernah sekali merasakan perasaan seperti ini tahun 2009 lalu, manakala itu Ayahku yg sedang sakit dan sudah dekat dengan ajalnya.

Aku ga mau mendahului, tetapi entah kenapa. Perasaan “diminta bersiap2” itu kental sekali pada waktu itu. Dan kemarin ini akupun merasakannya lagi.

Karena itupun, aku dan Shaina mendekatkan diri kita dengan Uu’ saat itu. Shaina sempat menciumnya 2x kemudian Uu meminta tambah lagi.. jadi total 3x cium dan senyum lebar dan pancaran bahagia terlukis jelas di mata almarhum saat itu :’) Mungkin dia bahagia, bisa menyaksikan anak2nya telah besar2 dan ia masih diberi umur hingga 91 tahun untuk menyaksikan cucu-cicitnya tumbuh dan menyayangi dia.

The NirwAnnisa with UyutAkupun masih sempat menyuapkan bubur malam2 sebelum ia menghembuskan nafas keesok harinya.

Disaat harus kehilangan seperti ini, sulit sekali rasanya untuk Shaina menerimanya. Dia “marah”.. Karena dia merasa tiap malam dia selalu membawa nama Uu’nya di setiap doa.

“Aku kan selalu doain semua supaya sehat. Aku, mama, papa, omi, oma-opa sama Uu..semua aku doain supaya sehat. Kenapa Allah ga dengerin aku? Kenapa ga kasih sehat buat Uu? Kenapa Uu’ meninggal?”

Ituuu terus yang dia tanyakan. Kenapa, kenapa dan kenapa. Shaina pun sering 3-7 hari pertama sesekali melamun.. Dia bilang “aku ga bisa berhenti pikirin Uu. Waktu Uu’ masih hidup, waktu Uu’ sakit sampe meninggal kemaren”.. Akhirnya anak mama ini mulai belajar dan mengerti rasanya “mourning”.

She mourns..Ini juga tandanya… Pelajaran baru untuk aku dan papanya untuk mengajarkan dia tentang kehidupan vs kematian. Lagi-lagi yg namanya orangtua, ga boleh berhanti belajar 🙂

Berat juga untuk Shaina, karena ini adalah pengalaman pertamanya ditinggalkan orang yg dekat dengan dia. Dulu waktu Opa Bram, Shaina masih kecil sekali, belum mengerti. Sekarang udah ngerti, dan dia banyak protes. Nangisnya pun dia sangat sesenggukan. Sediih luar biasa.

Gimana tidak, dari Shaina bayi hingga sekarang, bisa dibilang kami hampir selalu 1 atap. Jangankan Shaina, akupun demikian. Kami selalu tinggal sama2 karena Uu’ memilih untuk tinggal bersama Omi daripada anak2nya yg lain. Kami sih ikhlas saja, walau rumah kami apa adanya, jauuh dari kata2 luas dan besar, tapi almarhumah selama hidupnya 4thn belakangan ini, beliau sangat menikmati tinggal nyaman bersama kami. Alhamdulillah.

Selamat jalan omaku, uyut Shaina. Semoga Allah merentangkan “dadanya” untuk menyambut dan memelukmu di Surga Nya.
Saatnya kini kau kembali bersatu dengan suami-ayah-ibu-kakak-adikmu. Bahagialah kau kekal bersama mereka..

Innalillahi Wa inailaihi Rajiun…

Kembali diingatkan, diingatkan dan diingatkan. Bahwa janji Allah tidak akan ingkar, bahwa semua makhluk hidup niscaya akan mati. Sudah siapkah kita semua?

6 Comments

  • turut berduka cita ya cha 🙁 …. sama aku pun omaku sudah 3 tahun ini tinggal barengan aku, karena mungkin ibuku tinggal barengan aku juga… jadinya berasa banget sedihnya baca postingan kamu diatas… *HUG*

    ooh oma mu juga tinggal barengan ya? makasih ya duka citanya ya buu.

  • Turut berduka ya kak, semoga Uu’nya diterima disisi Tuhan YME.
    Merasa kehilangan itu wajar, terlebih terhadap orang yang benar2 kita cintai 🙂

    iya terima kasih ya duka citanya..

  • Saya pernah merasakan betapa sedih dan pedihnya kehilangan orang yang paling disayang, tapi itu tak berlangsung lama karena cinta tak harus menangis. Ada hal lain yang lebih penting yang bisa kita lakukan dan itu yang lebih almrahumah butuhkan yaitu doa dan keikhlasan kita karena ini sudah menjadi bagian dari ketentuanNya.
    Semoga almarhumah diterima Allah swt dan dijadikan ahli syurgaNya. Amiin.

    terima kasih Abi Sabila.. Sama2 ya semoga ummi Sabila juga selalu bahagia sebagai ahli syurgaNya. Amiin

Leave a Comment