Who’s Behind the Scene?

Di dalam blog ini akan ada 3 orang yang sering disebut namanya karena sangat dekat kesehariannya dengan The Author.

Kenalan yaaaa..

The Husband..

The Husband..

Nirwan (Papa Shaina)

Suami dari The Author.
Seorang pekerja IT yang sekarang telah menjelma menjadi enterpreneur yang bergerak di bidang IT. Orang Gorontalo aselik!. Lahir dan besar di Gorontalo. Pindah ke Jakarta saat SMA hingga kuliah dan sampai bertemu dengan pujaan hatinya yang akhirnya menjadi istrinya 🙂

Orang yang pendiam tapi diam-diam bawel kayak kakek-kakek menghanyutkan. Menghanyutkan emosi istrinya sih, seringnya. Sama menghanyutkan tingkah ajaib aktif anaknya.

Paling suka dia ngutak ngatik web, bikin aplikasi, bikin website, pokoknya yang berbau programming yang menghasilkan sebuah karya. Keuntungan buat The Author, suka minta urusin dan codingin urusan bloggingnya.

Mau juga dibikinin website untuk pribadi/bisnis/corporate atau sejenisnya? Kontak orangnya langsung ya 🙂 pasti dibantu deh.

Apapun kesibukannya, papa Nirwan ini selalu berusaha untuk menjadi family man dengan sabar walau sambil manyun menuruti apapun keinginan istri dan anaknya. Papa ini PAAALING GANTENG se… rumah 🙂

The Daughter.. Bukan yang pirang atau yang pakai dress stripe item putih yaa :p

The Daughter..
Bukan yang pirang atau yang pakai dress stripe item putih yaa :p

Shaina

Anak pertama dan semoga bukan satu-satunya (baca: segera nambah lagi) dari The Author dan Papa Nirwan. Lahir di awal Februari 2008 melalui operasi sectio & berbintang Aquarius. Ber-unyeng-unyeng dua, yang katanya sih aktif dan keras kepala. Turns out, kemungkinan si unyeng-unyeng dua ini emang rada keras kepala walau masih tetap bisa diatur juga kok.

Dibesarkan dengan cinta yang berlimpah ruah dari mama dan papanya. Dididik dengan sedikit keras (tapi tetap berlimpah kasih sayang), mengedepankan tanggung jawab dan harus konsisten dengan apa yang dia bicarakan dan inginkan. Alhamdulillah, akhlak dan basic yang ditanamkan sudah mulai terlihat.

Suka usek-usek idung kalau alergi idungnya lagi kumat. Dan kepengen banget punya adek. Saking kepengennya punya adek, walau belum ada wujudnya pun, adiknya sudah diberi nama. Kalau perempuan, maunya  nama adiknya Mila, kalau laki-laki namanya Syiraz. Semoga doa dan keinginan Kaka Shaina bisa segera dipenuhi dan didengan oleh Allah SWT. Dan papa – mamanya diberikan kepercayaan dan kesehatan untuk bisa dititipi keturunan lagi. AMIIIINNN

The Grandma..

The Grandma.. and her grand daughter

Omi

Omi adalah oma dari Shaina, mama dari The Author. Karena anaknya Omi ini hanya satu dan beliau sudah tidak bersuami, jadi Omi tinggal bersama keluarga kami. Omi ini kesayangannya Shaina, dan sebaliknya. Dipanggil Omi karena dulu mama papa dipanggil mami-papi, terus omanya tau-tau otomatis jadi omi. Eh, cucunya pas besar malah manggil emak bapaknya Mama-Papa. Omi nya tetep, ga berubah.

Alhamdulillah The Author bisa memberikan cucu, jadi hidupnya sekarang ya untuk cucunya. Kebetulan lagi, anaknya dan mantunya kerja semua, jadi urusan mengurus-menjaga Shaina dan selama mama-papanya bekerja di kantor, semua dikerjakan oleh Omi (tentunya dibantu oleh asisten). Oh ya, tambahan lagi kebagian tugas juga untuk menjemput Shaina sekolah (kalau antar sekolah, mamanya masih sempat – karena kantornya dekat rumah juga). Bersyukur Omi bisa bawa mobil, jadi bisa meringankan pikiran mengenai jemput Shaina sekolah. Semoga Omi selalu dijaga kesehatannya oleh Allah SWT, amiin.

Omi ini mantan pramugari. Terakhir karir pramugarinya adalah di Air Atlanta, berbasis di Arab Saudi selama 3-4 tahun. Dan disaat itulah The Author berhenti bekerja di detikcom untuk mengurus Shaina. Omi berhenti menjadi pramugari semenjak kami pindah ke BSD. Sudah pensiun terbang, pensiun dorong trolley melayani penumpang, kini menikmati kesehariannya di rumah, bersama cucunya, Shaina.