Dialog Shaina

Shaina (6thn) : Aku ga mau menikah!

pacaranmoment
Written by Cicha

Waktu sebelom tidur adalah waktu “pacaran” Shaina sama emak bapaknya. Maksudnya pacaran disini adalah peluk2an, usel2an sambil pillow talk sebelum waktunya tidur dan Shaina pindah ke kamarnya. Ini seperti jadi kebiasaan kami. Shaina mengistilahkannya dengan kata-kata pacaran.

pacaranmomentAku teringat suatu kala saat aku dan Shaina pacaran berduaan (papanya belum pulang kerja), terjadilah dialog seperti ini,

Shaina (Sh) : Ma, emang kalau aku udah besar, aku emang boleh pacaran?

Mama (Ma) : Ya boleh lah.. sampai besar juga kalau Shaina mau pacaran sama mama papa boleh dong.. *emaknya masih mudengnya versi pacaran alias pillow talk sama kita*

Sh : Iiih mama, bukan sama mama papa. Maksudnya sama orang lain. Sama laki-laki temen aku kalau udah besar.

Ma : *mulai kemringet dingin* mmm, anu.. eehh.. gimana ya.. hhhmmm.. ya nanti kalau Shaina sudah besar sekali, sudah selesai sekolah mungkin ya boleh aja

Sh : Emang nanti aku harus merit juga kayak mama papa?

Ma : Ya kalau nanti Shaina sudah umurnya sebesar Nini (maksudnya Rani, adek perempuanku – 23thn – single – cantik – nyari pacar serius *jadi jualan*), ya sudah boleh menikah. Tapi ga usah pikirin itu ah. Shaina kejar cita-cita Shaina dulu. Belajar yang pinter di sekolah.

Sh : Tapi aku ga mau maaa.. Aku ga mau menikah!

Ma : Loh kenapa? Kalau memang sudah saatnya harus menikah, ya nanti Shaina harus menikah. Semua sudah diatur Allah.

Sh : Kalau aku merit kan aku harus pindah rumah, gak sama mama papa lagi. Nanti gimana kalau mama papa kangen sama aku? Aku ga mau, nanti aku kangen deh.

Ma : *mulai nanar – tatapan kosong – bengong*

Sh : Maa! Gimanaa?!! *kesel ga ditanggepin*

Ma : *tersadar tetiba* Kalau gitu, Shaina doain aja, mama papa punya banyak rezeki selalu supaya nanti kalau Shaina pindah rumah, mama papa ikutan beli rumah disebelah rumah Shaina, jadi kita deketan terus ya 🙂

Kemudian emaknya ngalihin ke pembicaraan lain daripada panjang.

Kadang-kadang pertanyaan anak itu unpredictable ya. Aku sendiri sebenernya deg-degannya ngeri Shaina jadi anak yang ganjen gitu karena kebanyakan nonton princess-princess dan prince charming di pelem2 fairy tale. Aku udah ngeri, masih 6tahun udah mikirin merit aja ni anak *DOENG!@#$!* Ternyata kebalikannya sodara-sodara.

Aku ga kepikiran sama sekali bahwa pemikiran Shaina sudah sebegitu jauhnya. Kok tau-taunya dan punya pemikiran kalau orang menikah harus pisah rumah dengan orang tuanya.

Setelah pembicaraan itu, aku hanya berdoa dalam hati.

“Ya Allah, lancarkanlah hidup dan jalan kehidupan Shaina, anakku selalu. Bahagiakanlah Shaina, sehatkanlah jiwa dan raganya. Temukanlah kelak dia dengan jodoh hidupnya yang baik hati, kaya jiwa & raganya serta menyayangi serta mencintai Shaina dan keluarganya dengan segenap jiwa raganya”

Amiiin.

Dipikir2 masih jauh kali yeeee udah mikirin beginian. Duh, lagian siikk anaknya masih kemriyik kecil begini pake mancing2 emak mellownya lagi ah -_-

Etapi, lagian kata-kata “TIME FLIES” itu sadar ga sadar makin sering kita ucapkan lho. Sekarang ga sadar, anaknya udah SD. Nanti ga sadar, tau-tau dia udah remaja, kuliah, akhirnya tibalah saat itu. Aku berharap semua akan indah pada waktunya. Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa. Percaya saja 🙂 Amiin.

12 Comments

Leave a Comment