Parenting Shaina Things to Remember

Her Story : Perjuangan Shaina Punya Furby Boom

Shaina and her Furby
Written by Cicha

Udah lebih dr 6bulanan Shaina mengidam-idamkan untuk punya mainan ini. Furby Boom namanya. Boneka robot canggih yg interaktif dan konek dengan gadget kita. Si gadget berfungsi untuk kasih makan – ajak main dan bahkan mengobati saat sakit nya mereka.

Sebagai penganut paham #emakirit, pastinya untuk beliin mainan ini aku mikir berkali-kali. Yg paling utama karena mahal bwahaha (harga sekitar 800-1.1jt). Kalau mahal tapi educating tapi longlasting mungkin gapapa yaa. Tapi.. kalau aku liat mainan ini berpotensi untuk membuat pemiliknya cepat bosen. Lhaa kalo udah beli terus baru seminggu main bosen kan sakitnya disiniii –> nunjuk atm.

Kayak apa sih si furby boom ini? Bisa dilihat disini…

Soal kepengen punya mainan ini, Shaina ga pernah menyerah. Dari jaman ini mainan masih rame di toko2 mainan, setiap ke mall dia pasti mampir dan bisa bermenit2 bolak balikin box ini furby. Kalau yg kebuka dia elus2, liat2in, pandang-pandangin sambil merayu aku “Ma, bagus kan Furby ini? Aku kapan punya dong? Oh iya, aku harus dapet 100 dulu.” — nanya sendiri jawab sendiri ini judulnya hihihi. Β Sampe rumah pun kalo dia buka youtube, yg dilihat ya soal furby-furbyan. Ah pokoke nelangsa lah ngeliatnya bwihihi.

Anyways, terharu juga liat Shaina nelangsa dan hari-hari minta ini mainan, akhirnya kita membuat perjanjian. Kalau nilai ulangan Shaina 100, kita akan belikan si furby ini. Dan akhirnya kita salaman, DEAL! Katanya. Perjanjian ini terjadi di sekitar bulan Juni 2014 lalu.

Bukan kita under estimate sama anak sendiri ga bisa mencapai 100 dalam waktu dekat. Tapi kita tahu persis, Shaina masih punya kecenderungan agak kurang teliti. Jadi jawabannya sih bener, lidah, misalnya. Tapi dia nulisnya Liah atau Libah. Akhirnya yg harusnya 100 jadi 97 hehe. Sepele-sepele tapi itu yang menghambat dia dapat 100.

Cukup lama Shaina menunggu ulangannya dapet 100. Rata-rata nilai ulangan, UTS & Formatif Shaina itu dihiasi angka 87. Yg lainnya 80an, 70an paling rendah dan 97 paling tinggi. Dia bilang…

Ma, mama tau ngga, susah banget lo dapet 100 ituu. Aku udah kerjain betul semua kok, kenapa masih dapet 97 aja? Jadi aku ga akan punya furby deh kalau begini..” sambil muka manyun.

Tapi kita ga pernah menyerah untuk menyemangati, walau mulai paham bahwa anak ini udh ngasih tau bahwa she tried her very best.

Cerita punya cerita, minggu lalu (minggu pertama Desember 2014) saat pulang sekolah, Shaina mukanya berseri-seri dan menurut cerita ominya, dia langsung bersoraakk.. “Omii horeee aku dapet 100!! Ayo telpon mama papa aku mau bilang biar pulang bawain furby”..

Me : Halo sayang..
Shaina : Halo Ma, alhamdulillah aku UTS nya 100 ma.
Me : Waah.. syukurlaah kalau begitu. Mama proud banget loh Na.. Mama hepi banget dengernya.
Shaina : Iya maa.. Insya Allah nanti kalau aku tidur, pas aku bangun Furbynya udah ada ya Allaaah. Amiin. *gaya baim*.
Me : ……. *baeklah*

Saat ditelpon, kami pun sangat bangga dan juga terharu. Selain itu juga terhura, karena kebeneran baru aja kelar bebayaran semua tagihan, pos2in duit bulanan, yg berarti duit gajian kami nyaris tinggal ekstraknya bwahaha.

Jaman awal Shaina kepengen itu, si Furby boom ini masih banyak di mall-mall, sekarang nearly all malls yg aku sambangin, bilang udah ga ada. Entah sold out atau gimana, yang jelas kayak k1dstati0n dkk itu udah ga ada.

Tapii.. a promise is still a promise. Gimanapun, kita bangga dan ikut excited hunting mencari si Furby ini yang mulai langka. Syukurnya kita ketemu setelah ngubek-ngubek k4skus, and here is your reward, Shaina. We proudly give you,.. Furby Boom Crystal Series.

Shaina and her Furby

Alhamdulillah Shaina juga nampak bangga dengan pencapaiannya, dan penantian dia selama nyaris setengah tahun ini terbayar sudah πŸ™‚ Semoga ga cepet bosen ya mainnya Naa.

Playing Furby

Β Kemana-mana dibawa pokoknya. Restoran, mall.. you name it πŸ™‚

furby2

Inti cerita ini: For me, it’s alright to entertain and buy luxurious stuff for our kid. Tapi supaya dia mengerti bahwa barang itu tidak murah alias berharga, mereka harus berusaha dan “bekerja” untuk bisa mendapatkannya. Ga hanya si Furby ini, di keseharian kita.. untuk bisa mendapatkan apa yang Shaina inginkan (khususnya mainan), sejak TK B tahun lalu, kita sudah mulai menanamkan faham syarat ini : “kalau mau sesuatu, harus melakukan sesuatu”. Berat entengnya “pekerjaan” yang harus dijalani, tergantung juga dari harga mainan / sesuatu yang dia inginkan. Ini sebagai bagian dari pelajaran, bahwa nothing in this world comes easy. There’s no such thing as easy money, easy buy. But if you try your best, you’ll might get what u want.

Sekian πŸ™‚

7 Comments

Leave a Comment