Parenting Shaina Things to Remember

Shaina 22 Bulan & Temper Tantrums

senyumsimpulsmall
Written by Cicha

Kali ini tulisan mama agak panjang. Selain rekap 22 bulan nya Shaina, mama jg membahas soal tantrum. Hal yang baru saja dialami Shaina.

My 22 Months pretty toddler :)

22 bulan sudah. Artinya, 2 bulan jelang tiup lilin.

Sekilas kemampuan shaina :

  • – sudah mulai mengenal huruf. Walau baru sebatas SHAINA. Inipun karena mama tempel-tempel magnetic alphabet di lemari es. Sehari-hari dikenalkan. Jadi dia sudah tau mana S, mana H mana N 🙂 baru itu sih hehe
  • – mulai intens kenal warna. KUNING tetap favoritnya. Mudah dan cepet ngenalin kuning buat Shaina.
  • – pengenalan binatang juga sudah baik dan banyak.
  • – sudah mengerti konsep “please”. Jadi kalau minta sesuatu selalu pake “Phiish”. Gawatnya, dia anggap kalau pake please, semua permintaannya terpenuhi.. Soalnya awal2 diajarin, “kalau pake plis baru mama / papa kasih”.

Alhamdulillah sehat-sehat saja. Sempet pilek, tapi hanya 2 hari, tanpa demam dan alhamdulillah tanpa batuk. Selebihnya mama cukup bersyukur Shaina lumayan tahan banting.

Selera makan tetap baik. Sekarang lagi seneng2nya ngunyah. She loves veggies. Dia sangat suka sayuran untuk dikunyah-kunyah. Wortel, kentang, labu, brokoli, kembang kol. Semua sayuran di supnya sekarang udah ga di parut / rajang kecil. Karena memang Shaina prefer makan seonggok-onggok, setelah sesi makan nasi + kuah supnya. Tetep suka yg asem-asem. Cinta susu cimory 🙂

Mau cerita sedikit tentang apa yang sempet terjadi tadi pagi, tepat di ulang bulannya kali ini. Sekaligus mau bahas lebih lanjut soal tantrum.

Lets Talk About Temper Tantrums

Tantrum apa sih? Ini sedikit mama copy-paste dari Wikipedia. : A tantrum is an emotional outburst of ill humor or a fit of bad temper wherein the ‘higher’ cognitive functions are unable to stop the emotional expression of the putative ‘lower’ (emotional and physical) functions. Read more, here.

Kalau bahasa yang lebih gampangnya mungkin : luapan emosi anak yang meledak-ledak yang nyaris tidak terkendali oleh si anak sendiri.

Shaina memang tipe anak yang termasuk manis, penurut dan mudah diatur. Tapi walau begitu bukan berarti dia tidak punya masa-masa Marah yg meledak-ledak karena keinginannya tidak dipenuhi atau sering dikenal tantrum.

Ya, bisa dibilang untuk pertama kalinya, pagi ini, Shaina ngamuk. Lantaran dia terbangun pagi-pagi (sementara baru tidur 6 jam – normalnya 10 jam) dan merengek minta nonton tv. Dikasihlah remote ke mama.

Mama coba bilang “Ini belum saatnya Shaina nonton tv. Nanti, kalau Shaina udah cukup tidur, udah saatnya main, boleh nonton tv lagi”

Jelas serta merta Shaina gak terima. Gak tau gimana caranya, pokoknya dia mau nonton.

Mama kembaliin remotenya. Diambil lagi sama Shaina dan dilemparnya itu remote. Marah. Banget. Kesal karena keinginannya tidak terpenuhi.

Mama menjauh, mata tegas tanpa simpati. Shaina menangkap sinyal ketegasan itu dan tidak terima. Shaina kejar mama dan siap melontarkan pukulan. Jelas mama tangkis dan dengan mata lebih tegas mama bilang “No pukul-pukul!”. Shaina berang, but she hit a pillow instead.

Sekilas tentang pukul memukul : dari Shaina bayi, hitting is never an excuse buat mama, papa juga. Kami sepakat untuk memperlihatkan bahwa “Memukul, dalam bentuk apapun adalah hal yang tidak boleh, tidak lucu dan tidak ada excuse. Tidak hanya ke mama papa, tapi ke semua orang, including pengasuh”. Jadi, walau dalam konteks bercanda, setiap ada pukulan, kami sepakat untuk melarang dan menunjukkan bahwa hitting is wrong. Shaina mengerti. Jadi, saat dia sudah berani memukul (dalam keadaan menangis atau marah), itu tandanya sudah marah berat. Geram. Tantrum.

Kejadian ini mama tunggu. Mama itung menit. Bila amukan lebih dari 15 menit, maka akan ada sistem hukuman. Belum dipikirkan hukuman time-out nya bagaimana dan dimana (belajar dr nanny 911 kalau soal ini). Tapi amukan hebat terjadi hanya 15 menit pas.

Tidak ada pukulan, hanya amukan. Meronta. Mama sempat bersihkan diapernya dalam keadaan ngamuk itu. Gak lama reda, Shaina mencari gulingnya kembali dan meminta tidur. Gak lama kemudian, dia tidur lagi, membayar utang tidur 4 jam nya. Fyuhh..

Begitulah ceritanya hari ini, pas di ulang bulannya.

Memang, semanis-manisnya anak kita, mama baru sadar, bahwa akan ada masa-masa ini. Tergantung gimana kita orangtua menghadapinya. Here’s some tips dari mama (hasil dari pembelajaran hidup sendiri, dibantu baca-baca & Nanny 911) dalam menghadapi anak yang sedang tantrum.

  • – The best way buat kita, orang tua adalah tegas menghadapi anak tantrum. Sekali Tidak tetap tidak.

Akan merusak seluruh “program” kalau orang tua plinplan. 5 menit bilang tidak, tapi karena tidak tega kemudian berubah menjadi IYA. Anak akan dengan mudah MEMPERMAINKAN orangtuanya. Dia tau, orangtuanya tidak tegas dan berpikiran “Mungkin dengan aku tambah mengamuk atau menghancurkan seisi rumah, orangtuaku bisa merubah pendiriannya”.
Sistem ini jg yang mama pake dalam mendisiplinkan Shaina di carseat saat awal-awal dia meronta.
> So, parents..think b4 u decide 🙂

  • – When dealing with a tantrum toddler, don’t let anyone interfere your rule. It’s important to keep what u decide & deal with its consequences

Denger anak mengamuk mungkin akan membuat orang lain (nenek-kakek si anak, baby sitter atau pembantu) mencoba memberi simpati ke anak, untuk meredakan amukannya. Tapi ini jelas salah. Kita sebagai orangtua berhak untuk dengan keras meminta, “stay out of this!“. Sulit? Pasti. Akan ada pertengkaran yg lebih? Bisa jadi. Tapi saat keadaan reda, tell that 3rd person that this is for the kid’s own good 🙂 they’ll understand.

  • – Once u let ur kid hit you, she/he will hit u more. So, never tell hitting is funny, in any time. Even in snuggling & playing times

Seperti yg mama bilang diatas tadi. Baca sekilas tentang pukul-memukul di paragraf atas.
Karena bila si anak sudah biasa dengan adat “memukul”, saat sedang tantrum, pukulan dan amukan akan mudah dilontarkannya. Dan tantrum with hitting is one hard situation 🙁 Apalagi terjadi di depan orang lain.. Malu? Jelas. Ditambah acara mukul-memukul? Jelas lebih parah lagi.

Mulai kapan sih anak menunjukkan tantrum nya? Semua tergantung pribadi si anak. Jelas beda-beda 🙂 Tapi sepertinya, hampir bisa dipastikan, paling tidak sekali dalam umurnya, anak akan atau pernah mengalami.

Yah begitulah. Akan ada masa-masanya. Anak juga punya emosi. Karena mereka belum bisa mengungkapkan dengan lebih bijak, maka tantrum lah yang akan terjadi. Amukanlah yang akan muncul. Kita aja orang tua kalau ada sesuatu yang dipengenin ga ga bisa didapet, suka mau marah dan jadi stress? So does our kid.

Jujur, ini yang bikin mama takut ninggalin Shaina untuk kerja lagi ataupun meninggalkan dia berlama-lama hanya untuk kesenangan sendiri. Mama takut kecolongan aja. Karena kita kan ngga tau, gimana orang lain (apalagi sekedar pembantu atau babysitter) menerapkan suatu norma, nilai-nilai atau aturan tentang hal yang prinsipil ke anak kita 🙁 – minta maaf to working moms, I’m not judging. It’s just my opinion, my choice – 🙂

Mama selalu berdoa untuk bisa jadi yang orang tua yang baik dan tidak salah kaprah. Mama selalu berdoa supaya tidak ada istilah kekerasan untuk anak, selama masih bisa ditoleransi. Memukul anak juga gak ada di kamus mama. Jangan sampe 🙂

Ah, the joy of parenthood. Enjoy sajalah 🙂 Gimana gak enjoy sih melihat kepolosan anak sendiri…

her smile - to die for hehe

More about tantrum :
Dr. Sears articles about Temper Tantrums
Dealing with toddler temper tantrum
The Toddler tantrum survival guide

31 Comments

  • I really loved it when my kids were little babies.So small and so angelic.
    Then they became toddlers and the angelic part slowly walked out the door as the screaming and kicking took over.
    Toddler tantrums! Yeah,it’s a real headache.Some people call it the “terrible twos”,but as many other mothers have learned,it usually begins before they hit 2 years old.

  • mama shainaa..baru baca postingan yang inih…laikdis bangeeettt..hihihi..
    shaina bisa betah di carseat gimana sih??shahlaa semenjak >6bln paling lama 45menit pertama aja betahnya, apalagi kalo abis nenen, udh ga mau balik lagi duduk di carseat..huhuhu…need ur adv.. 😀

    Cicha Reply:

    hehe aku dulu memang maksa banget.. dia nangis kucuekin. Sampe sekarang kalau udah di carseat, apalagi kalau ketiduran di carseat, dibangunin malah ngamuk ujung2nya tantrum. Serba salah haha.
    Biasain aja bu terus2an, kasih pengertian dan tebel-tebelin kuping kalau dia nangis ngerengek minta dilepas dari carseatnya. Lebih enak ngatur anak yang masih bayi daripada udah segede Shaina gini, banyakan ngelawannya karena udah tau maunya apa hehe

  • “Jujur, ini yang bikin mama takut ninggalin Shaina untuk kerja lagi ataupun meninggalkan dia berlama-lama hanya untuk kesenangan sendiri. Mama takut kecolongan aja. Karena kita kan ngga tau, gimana orang lain (apalagi sekedar pembantu atau babysitter) menerapkan suatu norma, nilai-nilai atau aturan tentang hal yang prinsipil ke anak kita”

    setuju bgt sama bagian ini, itu jg alesan aku utk ga kerja dulu skrg. TFS ya, salam kenal 🙂

  • mama Shaina, infonya bagus banget… kebetulan Azki juga ada kecenderungan ngamuk2 gini di saat tertentu. belum sempat nyari infonya, eeeh ada postingan mama Shai. Alhamdulillah.. 🙂
    Thanks yak mama Shai!

  • duh Cha,…beneran deh…gw juga strict soal mukul memukul ini. Pernah loh kemarin ini Fadly gw larang naikin mobil2an nya ke kasur kecil…kan kotor gitu. Yg ada dia nangis en ngamuk berat. Trus kok bisa2nya tangan gw digremek/kremes plus digigit. Tau dia liat siapa…padahal ga pernah gw ajarin 😀

    Nah semalem kejadian lagi, dia mainin foto di kepala t4 tidur. Manjat2…gw larang….kali ini gw yg ga sabaran. Yg ada dia gw hukum (cubit punggung tangan). Eh teteup ga kapok….nangis kejer, jatuhin badan ke kasur. Udahannya gw nyesel bgt.

    Duh….tuh bukunya Ayah Edy kudu tiap ari gw baca nih…. (hihihihi bukunya Ayah Edy juga bagus Cha, beli deh)

  • Waduuhh, mbak. Akan kubaca berulang-ulang kali sampe hafal di luar kepala tips-tips ini. Supaya siapa tau kalo ngadepin anakku tantrum, bisa langsung diterapin, dan sekalian bisa ngajarin ART di rumah (karena aku kuliah mom, hehe). Alhamdulillaah anakku ga ada tanda-tanda “tantrum”, tapi who knows sih yaa, pokoknya tips-tips ini penting buat jaga-jaga. Mudah2an siih, anakku ga akan “tantrum”. Amiin.

  • selamat ulang bulan buat Shaina. duh..senangnya yah kalo anak senang makan sayur. si angie kalo ketemu sayur langsung dilepehin. biarpun dihalusin, dimarahin tetap menolak segala sayur. dulu masih mau selada dg thousand island. skrg dah gak mau.
    semua melewati fase tantrum yah… angie kalo ngambek kadang menghadap sendiri ke dinding. atau membaringkan diri di lantai. padahal lagi dingin. kitanya yg kudu sabar dan mengontrol emosi. kadang susah juga !!!

  • Cicha.. thanks banget share nya..
    nice info banget.. karena tania kdang-kadang udah mulai ngambek2an..

    met ulbul ya shai… makin cantik aja nih.. poninya udh semakin panjang dan pipi semakin tembem.. sehat terus ya sayang..

  • Mama Shai,
    TFS ya, Bu.
    Kalo soal tegas, rasanya aku memang harus tegas ke Ganesh. Soalnya ganesh kan baby boy. Tapi kudu kuatin mental juga niy..soalnya kadang suka gak sampe hati kalo liat dia nangis.

  • hihihi… dulu wkt br punya keke, sy masih super duper sabar kl ngadepin keke yg lagi tantrum. Tp ketika udah ada 2. Kadang suka tergoda juga u/ marah. APalagi kl dua2nya tantrum dlm wkt yg bersamaan.. 😀

    Cicha Reply:

    hehe gitu ya bu?
    Memang sih, kalau anak udah lebih dari 1 apalagi 2-2nya tantrum barengan. Kebayang deh hihi.

  • Cha, selamat ulang bulan buat Shaina ya… makin besar makin pintar dan makin banyak ujian buat kita 😉

    Iya tantrum tuh salah satu ujian kesabaran buat ortu ya…saolnya hampir semua anak mengalami masa2 tantrum ini…

  • Aduh cha, aku gak bisa bayangin kalo Zahra tantrum nanti, skrg umur 8 bulan aja kalo nangis penuh perasaan, sedih menderu-deru.. trus kalo lagi kesel dia manyun sambil ngeremes keras, kadang ngeremes pipiku sakiitt banget..
    Tapi emang rencana mau tegas sih, scr aku juga dibesarin gitu. thx ya udah kasih contoh. Bismillah deh..

  • walaupun untuk bercanda pukul2n gak baik ya

    Cicha Reply:

    hehe.. menurutku sih begitu bu.
    Kenapa? karena buat anak, Mukul IS mukul.
    Dia ga ngerti mana PUKUL BERCANDA atau PUKUL BENERAN (pakai emosi). Jadi pandanganku buat anak masih ambigu, soal mukul itu menyakitkan, mukul itu tidak sopan dan memukul itu tidak baik (diluar konteks bercanda).
    So, buatku better tidak sama sekali dari awal daripada salah pengertian 🙂
    ini aku lho yaa.. silahkan kalau ada pro atau kontra, terbuka 🙂

  • Laporan langsung neh Mama Shaina…suamiku aku suruh baca postingan ini, dan…begini komentarnya “Lapor bu! da baca posting nya. Setuju. Quite sensible. Ayah akan pasang muka tegas kalo mika becanda pake pukul2an. Muka seperti ini ~X(” ahahaha Alhamdulillah akhirnya kita sepaham utk no pukul-pukul!
    Makasih Mama Shaina :*

    Cicha Reply:

    hai ibu Mika..
    hehe.. siplah kalau begitu 🙂 Makasih ya buu.. dah referensiin tulisan asal2anku ini ke suami mu 🙂

  • iyah mba….diriku setuju dengan mba mengenai menangani temper tantrum ini. mudah-mudahan diriku bisa mempraktekkan nya kala baby ku besar nanti ya….

  • Shaina lucuuu…pipinya gemesin. Semua anak pasti bakal lewatin masa tantrum ini ya, seneng deh Mama Shaina posting ttg ini, jd banyak belajar.

    Oh iya aku gak setuju sm yg namanya pukul2, tp suamiku malah suka bcanda yg anaknya pukul2 dia. Duh, gmn itu dealingnya ya? Dia bilang kan cuma bcanda, malah nanti udh gedean mau main brantem2an katanya. Aduuuuuh! Mesti suruh baca neh postingannya Mama Shaina

  • Met ulbul ya Shaina….dah besar & tambah cantik aja deh!
    Wah mama Shai….thanks banget dah mau sharing tentang tantrum coz umi gak kepikiran banget sih….
    Senengnya kalo main sini pasti dapet oleh2 info 🙂

  • Kalo liat foto shaina diatas nggak ngebayangin si anak cantik ini bisa ngamuk jg ya Cha 🙂

    Kyara mulai kpn ya tantrum, kl ga salah diatas 1,5th. Alhamdulillah masih undercontrol. Paling yg bikin panik pas makan di restoran dia minta cocacola ayahnya sampe nangis ngamuk krn kita larang. Untung udh slese jd langsung kita bawa kluar n pulang.

    Bener cha, kita mesti tebal kuping selama 5-15mnt denger tangisan anak. Biasanya abis nangis gitu dia lega kali ya, kyara langsung tiba2 kaya merasa bersalah dan menghujani mamanya dengan peluk cium. Kalo dah gitu rasanya meleleh hati mamanya ini hehe..

    Kalo dirumah sendiri, gak ada yg interfere kalo aku n ayahnya lg tegas, bahkan eyangnya juga nggak ngebela, kompak ngikutin cara gw menghadapi tantrum. Yang susah kalo lg main ke mertua. Jangankan tantrum, cuma merengek nangis dikit aja langsung digendong dialemin.

    Tapi ada satu nih cha yg gw masih ga tega kalo gak ngasih. Yaitu kalo kyara minta nenen. Pernah sampe ngamuk krn ga dikasih nenen, akhirnya gw luluh juga krn gw pikir ASI kan haknya kyara. Kalo soal nenen mesti nunggu 22nya rela dulu nih kayanya, pdhl udh lwt 2th hehe..

    Anyway selamat ulbul shaina cantik.. Commentnya panjang yak, skalian curcol :p
    Sehat terus ya shai biar tiup lilin n recana upacara adat di gorontalo nya lancar 🙂

  • Aduh Shaina cantik banged sekarang ya, rambutnya udah berponi kek anak cewek 🙂

    Mungkin umur2 segini emg masa2nya anak tantrum or sengaja tantrum utk mengelabui orang tuanya hihihih…. Hrs kuat-kuatan. Kalo Vaya, udah tahu klo dimarahin. Jd klo lg tantrum, dibiarin saja sampai dia tenang baru deh ditanyain kenapa tadi marah2. Mudah2an sih gak sampe main pukul ya, kasian anak… capek2 diurus malah kita pukul hehee…

  • Wah sunghee jg prnh tantrum waktu umur 10blnan (msh kecil bgt ya). Gara2 dilarang pegang jeruk. Wah ngamuk nangis jerit2 kya ga bs didiemin aja, lama2 reda sendiri. Sekitar 5 menit tantrumnya. Tapi kya 50 menit buat org tuanya. Karena ngamuknya luar biasa hebat beda dg ngambek biasa. Kyanya segala cara diupayakan ga ada yg berhasil mendiamkan, lama2 ya diam sendiri. Nyeremin kalo inget.

    Skrg sih ga pernah tantrum lagi. Paling ngambek2 biasa kalo keiginan ga terpenuhi. Biasanya mnegatasinya dg dikasih pengertian dan kemudian dialihkan perhatiannya ke hal lain biar lupa dg permintaan sblmnya ?

Leave a Comment