Curhat Kesehatan

I’m having GERD, bukan MAAG

20140227-094738-PM.jpg
Written by Cicha

Tahun 2012-2013 kemaren bisa dibilang tahun yg berat buat aku. Kenapa? Aku kena GERD. What is GERD?

Gastroesophageal reflux disease (GERD) is a chronic digestive disease that occurs when stomach acid or, occasionally, bile flows back (refluxes) into your food pipe (esophagus). The backwash of acid irritates the lining of your esophagus and causes GERD signs and symptoms.

Signs and symptoms of GERD include acid reflux and heartburn. Both are common digestive conditions that many people experience from time to time. When these signs and symptoms occur at least twice each week or interfere with your daily life, doctors call this GERD.

sumber: Mayoclinic.

Intinya sih asam lambung tinggi yang secara refleks naik ke atas ke arah kerongkongan dan bisa menyebabkan heartburn, dsb. Kasusku sendiri menyebabkan sesak nafas.

Jadi penyebab nya banyak. Aku memang dulu ada maag. Tapi karena badan gendut ga keruan gini, jadi suka diet yg salah kaprah PLUS suka banget ama pedes2 yang rasanya udah ga masuk akal.

Diet salah kaprah seperti apa? Skipping salah 1 waktu makan misalnya. Dan membiarkan perut lapar (banget) saat mau tidur. Menurut dokter, 2 itu yg sangat fatal. Asam lambung akan memproduksi di saat perut kosong (ditandai dengan rasa lapar). Jadi dulu, membiarkan diri kelaparan itu udah biasa, biar kurus kan. Tapi fatal akibatnya. Si asam bisa “melukai” organ dalam kita. Ditambah lagi STRESS, banyak pikiran.

Yang paling fatal, kayaknya saat aku kena cacar air. Entah waktu itu lesinya mungkin sampai di dalam kali ya. Itu yg namanya mual luaaar biasa. Wah ga tau lagi deh. Makan salah, ga makan makin salah. Jadi saat aku cacar bulan oktober 2012 lalu, disitulah awal mulanya aku bolak balik ugd karena muntah2. Terus mual & demam. Pokoknya sebulan bisa 2x ke UGD.

Singkat cerita.. Ga sadar, karena kebiasaan buruk skip makan ditambah suka STRESS dan suka makan pedas… asam lambung udah mulai menyerang, melukai & mengikis esophagus aku. Tapi ga pernah dirasain. Suatu saat, si luka di esophagus ini mungkin udah “ga tahan” lagi diterpa si asam. Sampe akhirnya, awal mulanya aku ngerasa badan kesemutan, perut mual luar biasa dan yg paling menakutkan itu adalah sesak nafas dan kesadaran menurun. Kemaren2 hanya mual aja. Ini gejala baru.

20140227-091839 PM.jpg

Sumber: google image.

Jadi, menurut hasil endoskopi, perbatasan antara esophagus dan lambungku saat diendoskopi terlihat ada guratan-guratan. Dan sphincter juga melemah. Istilahnya harusnya si ring spinchter itu menutup untuk menghalang asam naik ke atas. Tapi kasusku, pada saat itu karena sudah parah, si spinchter juga ikutan lemah. Aku tiduran telentang aja, rasanya udah langsung mau muntah. Jadi alhasil, tidurpun harus posisi setengah duduk. Supaya asamnya ga naik ke atas.

Takut? Pastinya. Bener2 secara psikologis pun aku berubah. Kejiwaan juga “dipermainkan” dengan si penyakit ini loh. Kalau maag seperti kemaren di UGD mah beda cerita, beda gejala. Aku takut banget. Parno. Rasanya nafas udah diujung leher πŸ™

Akhirnya, I was hospitalized & di endoskopi. Hasil pemeriksaan darah juga bilang aku juga POSITIF berbakteri HELIOBAKTER PYLORI. Ngeri banget ya πŸ™

Iya, gejala GERD yang ditambah dengan positif bakteri pylori ini memang unik dan menakutkan. Kalau kasus aku karena hasil endoskopi menyatakan ada guratan luka di bagian atas lambung (bagian bawah esophagus) , jadi saat kena asam, dia kayak berkontraksi. Aku bisa seketika sesak napas, yg awal mulanya mata mulai gelap, tangan kaki basah keringetan, mulai semutan dan bisa2 blank. Hilang!

Tapi aku selalu berusaha untuk tidak pingsan. Susah banget rasanya nahan pingsan. Tapi dalam 4-5 kali “anfal”, aku masih bisa manage untuk tidak pingsan. Pernah anfal sampai badan kaku semua. Kalau ingat itu.. Astaghfirullah… πŸ™

Rasanya bener2 bikin hidup aku berubah. Nafas aja rasanya ga plong. Mata gelap. Ga sehat. Salah makan sedikit rasanya bisa fatal. Makanan bener2 dipilih banget. Ini ga boleh, itu ga bisa. STRESS, tapi aku harus menjalani itu selama kurang lebih 8-9 bulan. Aku minum obat dokter sehari 3x, sekali minum ada 4 macam.. Selama 9bulan penuh. Perawatan pylori juga sudah aku jalanin.

Tapi alhamdulillah, sekarang keadaan dan kesehatan aku udah berangsur-angsur pulih.

Mataku udah kembali terang. Udah ga pernah lagi anfal ataupun anfal kecil2an. Aku cuma ga boleh naik asam lambung sedikitpun. Yang paling utama adalah ga boleh laper sama sekali! Ga boleh makan bergas. Ga boleh makan terlalu pedas. Ga boleh makan asam.

Semoga dilain kesempatan aku bisa share mengenai pengobatannya secara tuntas. Tapi untuk saat ini, belom cukup data untuk bisa cerita panjang lebar.. Jadi cerita kondisi kemaren aja. Ini pun 6 bulan sekali harus cek darah untuk mengetahui apa si Pylori tadi masih ada atau engga. Semoga sih udah pergi jauh-jauh dia.

Kesehatan itu mahal bu. Yuk dijaga πŸ™‚

5 Comments

Leave a Comment