Curhat

Parno Cacar Air..

I Hate it when these things happens.

Mungkin begini susahnya, harus sharing rumah dengan orang lain.. Secara aku masih tinggal dirumah keluarga, jadi siapapun bisa tinggal disini. Keponakanku, tau-tau cacar air ketularan dari temen sekolahnya. Sementara, dia sekarang tinggal dirumah, karena sekolahnya dipindahin deket sini sama emaknya, berhubung Oma tuh anak tinggal di rumah keluarga ini.

Belum cukup stress yang aku rasain.. tiap hari denger teriak-teriakannya, mengendus bau kotorannya yang blepetan disana-sini (FYI mereka umurnya 8,9 dan 11 taun dan masih *maaf* be’ol celana), sekarang aku harus menghadapi serumah dengan orang yang membawa virus cacar air. Ya Allah, apa belum selesai cobaan yang Kau berikan selama aku hamil ini? Seberapa sabar yang Kau harap dari hambamu ini?

Memang, anak itu, Justin namanya, sudah sempat diungsikan saat 1-6 hari pertama saat diketahui kena cacar air (itupun harus diawali dengan pertengkaran keluarga yang dihiasi acara sakit hati, ngerasa itu anak diusir. Lucunya, padahal ibunya punya rumah kok, itu anak bukan diungsikan ditempat yang tidak layak!!). Dan hari ini, hari ke 7-nya dia udah balik lagi ke rumah keluarga (tempat yang kutinggali), yang dimana aku baca merupakan masa paling menular, karena saat pengeringan bintik-bintik itulah masa penularannya yang paling hebat. (CMIIW Pls).

Anaknya memang sudah pecicilan lagi, kesana kemari, teriak-teriak dan sudah kembali aktif dan gak keliatan sakit. Tapi, bagaimana soal virusnya? Belum tentu sudah hilang, bukan?

Rasanya aku pengen minta dia pergi 6 hari lagi, tapi apa daya.. siapa aku di rumah ini? Sudah cukup pertengkaran antar keluarga gara-gara anak-anak ini membuat aku dan suami tidak nyaman berada di rumah ini.

Nggak salah kan kalau aku panik? kalau aku paranoid? Aku cuma tidak ingin melukai janinku.. aku hanya ingin melindunginya dari mara bahaya, aku ingin sehat dan bisa menjaga kandungan ini dengan baik..

Aku sih sudah menjauhkan diri dari anak itu, beda kamar mandi juga dan berusaha ngga kontak sama sekali, even sama barang2 yang pernah dia pegang selama sakit. Aku juga minta pembantuku mulai pisahin baju-baju cucian tuh anak sama aku. Pokoknya, sebisa mungkin tidak bersentuhan walau secara tidak langsung. Tapi denger2 virus itu bisa nyebar lewat udara ya? Hiks.. ada yang tau cara penangkalnya ngga yah? Aku lagi bener2 parno banget, rasanya pengen nangis melulu.. Secara ibu hamil katanya sistem kekebalannya payah..

Ya Allah, please give me strength to get through this..

4 Comments

  • Hai Cicha,,, pasti kekhawatiran km jg sm dgn yg aku lg rasa skrg,coz aku lg hamil 3,5 bln sedangkan anakku 8 th kena cacar br 2 hr yg lalu. Mau diopname ga mau dan ga tega jg aku,jd dia dikarantina dikmr mainnya,kebtlan pintunya dr kaca,dan anakku lumayan anak manis jd nurut,meskipun qt hrs ngalah memblhkan main PS atau nntn TV along day. Sm Dr. SPOG-ku diksh vit utk daya thn tubuh namanya ‘IMBOOST’ ckp 1x/hr bs dibeli bebas di apotik. Aku sndr tmbh dgn madu,buah2an,vit dr semcm supplement food dan mau coba jg ‘habbatussauda’ yg brsan aku baca jg disini,kyknya ok jg. So dear Cicha,,stay calm,just believe in yourself health,keep your mind relax n stress free. ok,cu then.

  • Cicha…aku jg masih tinggal bareng keluarga.Malah rumah nenek dan tanteku bersambungan.Jadinya rame sekali.Jadi aku tau banget rasanya.Kebetulan di majalah motherandbaby edisi januari ada membahas ttg virus cacar air.Dan disitu dibilang ibu hamil tdk boleh dekat dgn anak yg cacar air.Lebih baik keluarga yg lain jg diajak baca artikel2 ttg kehamilan dan bayi.Jadi mereka tau alasan2nya.Bukan dikira kita yg terlalu berlebihan atau paranoid.Itu sih pengalamanku selama ini.Tp sementara jgn terlalu khawatir, jaga kesehatan aja.Jgn sampai ngedrop.

  • Makasih ya mas Agam atas jawabannya.. saya berusaha meningkatkan daya tahan tubuh sebisa mungkin dan menghindari capek berlebihan.. kalau ada info lagi, boleh saya diinfokan yah. Thanks 🙂

Leave a Comment